Minggu, 02 Desember 2018

PENGERTIAN DAN PERANAN KETERAMPILAN MEMBACA


            Pengertian atau definisi membaca diklasifikasikan menjadi tiga kelompok besar. Kelompok pertama yaitu pengertian membaca yang ditarik sebagai interpretasi pengalaman. Definisi ini diwakili oleh Frank Jennings(1965). Dia mengatakan bahwa membaca bermula dari rasa kagum terhadap alam sekitar. Membaca itu berawal dari tanda dan pertanda yang terdapat di alamraya. Definisi kelompok kedua yaitu membaca sebagai interpretasi lambang grafis antara lain diwakili oleh Rudolf Pleach (1955) dan Charles Fries (1962). Menurut Pleach, membaca berarti memperoleh makna dari untaian huruf tertentu. Ajarilah anak itu apa yang dinyatakan oleh setiap huruf, maka dia pun akan bisa membaca, fonik diajarkan kepada anak melalui huruf demi huruf dan bunyi demi bunyi sehingga dia mengenalnya, dan setelah memahaminya, dia pun tahu cara membacanya.kemudian definisi kelompok ketiga yang mengkombinasikan kedua definisi tersebut, yakni dikemukakan oleh Ernest Horn (1937), David Russel (1960), Miles Tinker dan Constance Mc. Cullough, Emerald Dechant (1970), E.Brooks Smith, Kenneth Goodmman dan Robert Meridith (1970). Horn mengatakan membaca itu meliputi semua proses yang terlibat dalam pendekatan, penyempurnaan, dan pemeliharaan, makna melalui pemakaian lembaran tercetak. Russel mengatakan bahwa membaca itu merupakan kegiatan yang rumit dan kompleks. Menurut Dechant, membaca itu hanya pengenalan lambang grafis dan lebih dari sekadar kemampuan mengucapkan kata-kata yang ada pada halaman percetakan.

            Membaca memegang peranan penting dalam kehidupan umat manusia. Kehidupan perekonomian mendatang akan menemukan sumber kekuatannya pada kegiatan yang bertalian dengan suatu sumber daya yang hanya ada pada manusia, yakni daya nalarnya. Sebab daya nalar merupakan sumber daya utama yang dimiliki manusia untuk berkreasi dan beradaptasi agar mampu memacu kehidupan zaman teknologi yang semakin canggih dan berkembang. Nalar manusia hanya akan berkembang secara maksimal jika diasah melalui pendidikan. Jantung pendidikan sebagaimana dikatakan oleh forr (1984) adalah kegiatan membaca. Kalau mau menjadi insan terdidik, orang harus membaca. Tidak ada orang terdidik tanpa melalui membaca. Membaca merupakan alat utama agar seseorang dapat menggapai kehidupan yang baik. Menurut Roijakers (1980), hanya melalui kegiatan membaca yang layak, orang akan dapat mengembangkan diri dalam bidangnya masing-masing secara maksimal serta akan selalu dapat mengikuti perkembangan baru yang terjadi disekelilingnya.
            Dalam konteks perekonomian era pasca industri mendatang, dimana sumber daya manusia merupakan tiang penyangga utamanya, kemahiran baca tulis yang layak merupakan prasyarat mutlak bagi siapa saja dan bangsa mana saja yang memimpin kejayaan dan kemajuan.

KETERAMPILAN MENULIS


           Keterampilan menulis adalah kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat, dan perasaan kepada pihak lain dengan melalui bahasa tulis. Ketepatan pengungkapan gagasan harus didukung dengan ketepatan bahasa yang digunakan, kosakata, dan gramatikal serta penggunaan ejaan.
           Keterampilan ini merupakan keterampilan berbahasa yang produktif dan ekspresif yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung dan tidak secara tatap muka dengan pihak lain. Setiap penulis harus mempunyai tujuan yang jelas dari karya tulisnya tersebut. Tujuan yang ingin dicapai penulis bermacam-macam, seperti:
·         Menjadikan pembaca ikut berpikir dan bernalar
·         Membuat pembaca tahu tentang hal yang diberitakan
·         Menjadikan pembaca beropini
·         Menjadikan pembaca mengerti
·         Menjadikan pembaca terpersuasi oleh isi karangan
·         Membuat pembaca senang dengan menghayati nilai-nilai yang dikemukakan, seperti nilai kebenaran, nilai agama, nilai pendidikan, nilai sosial, nilai moral, nilai kemanusiaan, dan nilai estetika.
           Pembelajaran menulis harus memperhatikan Perkembangan menulis anak. Anak perlu mendapatkan bimbingan dalam memahami dan menguasai cara mentransfer pikiran ke dalam tulisan. Menutut Temple (Ahmad Rofi’uddin Dan Darmiyati Zuhdi, 1999:77), Perkembangan tulisan anak meliputi 4 tahap yaitu:
a.       Tahap Prafonemik
b.      Tahap Fonemik Awal
c.       Tahap Nama Huruf
d.       Tahap Transisi
           Tulisan dapat berupa karangan. Karangan dikelompokkan menjadi 5 macam, yakni:
1.      Eksposisi (paparan)
2.      Deskripsi (penggambaran)
3.      Argumentasi
4.      Persuasi
5.      Narasi

Kamis, 29 November 2018

STRATEGI PEMBELAJARAN MENYIMAK DI SEKOLAH DASAR




                Menyimak adalah suatu jenis mendengarkan dan menyimak yang meminta upaya kesadaran mental.
Tujuan pembelajaran
1. Menyimak umum
- mengingat rincian penting secara tepat mengenai ilmu pengetahuan khusus
- mengingat urutan-urutan sederhana atau kat-kata
- mengikuti pengarahan-pengarahan lisan
- memfrase suatu pesan lisan sebagai suatu pembaharuan melalui penerjemahan
- memamahami makna denotative dan konotatif kata-kata

2. Menyimak kritis :
- membedakan fakta dari khayalan kriteria tertentu
-  menentukan validitas dan ketetapan gagasan utama
- membedakan pertanyaan-pertanyaan yang didukung dengan bukti-bukti yang tepat dari opini
mengevaluasi kualifikasi pembicara

Strategi pembelajaran menyimak
              Pertama, Nunan berpendapat bahwa untuk mengembangkan pendekatan yang tepat dalam kemampuan mengajar bahasa pertama penting dan perlu mengenali untuk dasar mendengarkan. Dua tipe prosesnya yaitu bottom up dan up down. Kedua, Field membagi proses mendengarkan ke dalam tiga bagian yaitu pre listening, listening, post listening. Terakhir, Lam menunjukkan bahwa banyak materi listening ESL gagal untuk menyediakan contoh-contoh kemampuan berbicara bawaan sejak perlengkapan biasa digunakan oleh pembicara, seperti mengisi fragmen-fragmen, dan alat pengganti sering dihilangkan.


JENIS-JENIS MENYIMAK




Menyimak adalah suatu aktivitas yang mencakup kegiatan mendengar dan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menilik, dan mereaksi atas makna yang terkandung dalam bahan bacaan. Tujuan menyimak adalah untuk menangkap dan memahami pesan, ide, serta gagasan yang terdapat pada materi atau bahasa bacaan.
Jenis- jenis menyimak :
A. Berdasarkan sumber suara yang disimak, penyimak dibagi menjadi dua bagian yaitu :
1. interpersonal listening atau menyimak antrapribadi
2. interpersonal listening atau penyimak antar pribadi

B. Berdasarkan pada cara penyampaian bahan yang disimak :
1. menyimak ekstensif adalah kegiatan menyimak tidak memerlukan perhatian sehingga penyimak hanya memahami seluruh garis besarnya saja.
2. menyimak intensif adalah kegiatan menyimak dengan penuh perhatian sehingga penyimak memahami secara mendalam.

C. Berdasarkan pada titik pandang menyimak :
1. kegiatan menyimak bertaraf rendah
2. kegiatan menyimak bertaraf tinggi
Faktor-faktor yang berkaitan dengan menyimak :
1. dianggap penting dan berbahaya atau berguna dalam kehidupan
2. dianggap lain dari pada informasi yang lain atau dianggap unik
3. terorganisir
4. berupa informasi visual

ARTIKEL SIGALE-GALE




            Pertunjukan tarian boneka Sigale-gale sudah sangat langka. Jumlah boneka Sigale-gale pun konon tinggal beberapa saja. Tidak gampang membuatnya. Ada kepercayaan di masyarakat Batak bahwa pembuat boneka Sigale-gale harus menyerahkan jiwanya pada boneka kayu buatannya itu agar si boneka bisa bergerak seperti hidup. Bagaimana pertunjukan mistis ini bisa sampai melekat dalam masyarakat Batak?

            Untunglah sampai hari ini Sigale-gale belum punah sama sekali. Masih ada beberapa sisa patung yang dipahat puluhan tahun silam. Kita masih bisa menyaksikan sisa-sisa kemunculannya meski sangat jarang. Jika mau menonton langsung pertunjukan tradisional dari Tanah Batak itu, pergilah ke Samosir.

            Kabarnya ada empat tempat yang dapat mempertontonkannya di sana. Dua di antaranya yang mudah dijangkau adalah tempat wisata Tomok danMuseum Hutabolon Simanindo. Pengunjung dapat memesan langsung pertunjukan Sigale-gale dengan bayaran tertentu. Pengunjung yang ingin menontonnya pun tidak dibatasi dari jumlah dan usia.

            Terkadang dua tiga orang yang tertarik, seperti turis mancanegara, dapat meminta kepada pengusaha pertunjukan untuk segera memainkannya dengan iringan musikal gondang Batak dan delapan sampai sepuluh penari pengiringnya.

            Rombongan anak-anak sekolah pun sering berkunjung ke Samosir untuk menyaksikan Sigale-gale dalam durasi tertentu dari pilihan-pilihan repertoar musiknya. Repertoar di dua tempat tersebut dapat membosankan jika melebihi satu jam. Apalagi sekarang musik pengiringnya sudah sering menggunakan rekaman kaset audio (playback).

            Suasana pertunjukan tarian boneka Sigale-gale memang sangat menarik dan menghibur. Bayangkan, sebuah boneka yang terbuat dari kayu dapat menari seperti manusia. Kelihatannya memang seperti manusia jika semakin diperhatikan. Boneka yang tingginya mencapai satu setengah meter tersebut diberi kostum tradisonal Batak. Bahkan semua gerak-geriknya yang muncul selama pertunjukan menciptakan kesan-kesan dari contoh model manusia.

            Kepalanya bisa diputar ke samping kanan dan kiri, mata dan lidahnya dapat bergerak, kedua tangan bergerak seperti tangan-tangan manusia yang menari serta dapat menurunkan badannya lebih rendah seperti jongkok waktu menari. Padahal semua gerakan itu hanya di atas peti mati, tempat disimpannya boneka Sigale-gale seusai dipajang atau dimainkan. Kenapa itu bisa terjadi? Tentu dua tiga orang dalangnya ada di belakang dengan menarik jalur-jalur tali secara anatomis.
           

ARTIKEL DAMPAK MASYARAKAT TERHADAP UPACARA ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT BATAK TOBA di KOTA MEDAN




            Adat perkawinan Batak Toba mengalami perubahan kebudayaan setiap kelompok masyarakat selalu bersifat dinamis, artinya selalu saja terjadi perubahan dengan adanya pergeseran, pengurangan, dan penambahan kebudayaan. Dari hasil penelitian yang didapat melalui observasi ke lapangan dengan berbagai pihak yang mengetahui tentang upacara adat perkawinan Batak Toba maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perkawinan keluarga. Dilihat dari sudut pelaksanaannya upacara perkawinan melibatkan banyak pihak, maka prinsip pertanggungjawaban adalah milik kelompok sosial. Keluarga kedua belah pihak pengantin beserta setiap unsur dalihan natolu dari kedua belah pihak terlibat secara langsung dan bertanggungjawab sesuai dengan kedudukan sosial adatnya.
            Upacara adat perkawinan Batak  Toba telah mengalami perubahan baik dalam system upacara maupun tata cara pelaksaan upacara tersebut. Adapun penyebab perubahan tersebut ialah modernisasi. Kehadiran modernisasi telah mengubah penilaian terhadap tata cara dan kewajiban-kewajiban yang terdapat dalam upacara adat perkawinan Batak Toba terlalu rumit.
            Pada saat ini upacara adat perkawinan Batak Toba yang berubah tersebut adalah tahapan mangalehon tanda hata telah merubah menjadi tukar cincin dan dilakukan pada saat acara pemberkatan. Tahapan marhori-hori dinding tidak lagi menjadi suatu kewajiban bagi masyarakat Batak Toba di Kota Medan. Pelaksanaan tahap patua hata dan marhusip di Kota Medan dilaksanakan bersamaan yang dahulu tahap ini dilaksanakan di waktu yang berbeda. Pelaksaan acara marhata sinamot di Kota Medan diadakan setelah acara martupol dan tahapan maningkir lobu yang biasanya dilakukan setelah acara marhata sinamot sudah dihilangkan. Perubahan upacara adat perkawinan Batak Toba menjadi adat ulaon sadari menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat Batak Toba. Sebagai masyarakat menyetujui adat ulaon sadari dan sebagian lagi menolak terutama raja-raja adat.


ARTIKEL ASAL USUL TANO PONGGOL





            Tano ponggol dalam bahasa asli local disebut tano magotap yang memisahkan Pulau Samosir dengan pulau sumatera yang terletak sebelah barat pulau Samosir, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Sebutan tano ponggol dilatarbelakangi sejarah. Konon, sebelum masa penjajahan Hindia Belanda pulau Samosir menyatu dengan Sumatera dan pada masanya belum ada kata pulau tetapi hanya Samosir.
            Sekitar tahun 1900 an, waktu itu Indonesia masih dijajah Belanda termasuk Samosir dan pada saat itu yang berkuasa di pemerintahan Wilhelmina (pengakuan orang tua yang ikut kerja paksa menggali tano ponggol). Sekitar 1905 pemerintahan Hindia Belanda memerintahkan kepada tentara Belanda yang ada di Sumatera Utara, untuk melakukan kerja paksa menggali tanah sepanjang 1,5 km dari ujung lokasi Tajur sampai dengan Sitanggang Bau. Kurang lebih 3 tahun rodi, Danau Toba sebelah utara dan sebelah selatan akhirnya tersambung dan tidak ada lagi daratan yang menghubungkan Samosir dengan Sumatera.
            Hingga pada tahun 1980, tano ponggol adalah tempat yang popular sebagai tempat transit perdagangan hasil bumi dari Samosir seperti bawang, kacang, dan sebagainya dengan tukuan kota dagang kecil yaitu Haranggaol setiap hari senin dan Tigaras setiap hari jumat dengan kendaraan danau. Lalu lalangnya kapal melalui Tano ponggol juga dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk berdagang jagung bakar.


Minggu, 16 September 2018

STRATEGI PEMBELAJARAN MENYIMAK


A. Pengertian menyimak             
            Menyimak adalah suatu jenis mendengarkan dan menyimak yang meminta supaya kesadaran mental.
B. Tujuan pembelajaran :
ü  Menyimak umum
1. Mengingat rincian penting secara tepat mengenai ilmu pengetahuan khusu
2. Mengingat jrutan-urutan sederhana atau kata-kata.
3. Mengikuti pengarahan-pengarahan lisan.
4. Memfrase suatu pesan lisan sebagai suatu pembaharuan melalui penerjemahan
5. Memahami makna denotatif dan konotatif kata-kata
ü  Menyimak secara kritis
1. Membedakan fakta dari khayalan menurut kriteria tertentu
2. Menentukan validitas dan ketepatan gagasan utama, argument-argumen, dan hipotesis
3. Membedakan pertanyaan-pertanyaan yang didukung dengan bukti-bukti yang tepat dari opini dan penilaian serta mengevaluasinya
4. Memeriksa, membandingkan, dan mengkontraskan gagasan dan menyimpulkan pembicaraan
5. mengevaluasi kesalahan-kesalahan
C. Proses kegiatan menyimak
1)      Pendapat menentukan tipe dalam setiap row speech on menyimpan image darinya shoot term memory
2)      Pendengar menentukan tipe dalam setiap peristiwa pembicaraan yang sedang diproses
3)      Pendengar mencari maksud dan tujuan pembicara    
4)      Pandangan me recall latar belakang infomasi semua dengan konteks subjek masalah yang ada
5)      Pendengar mencari anti literal dari pesan yang ia dengar
6)      Pendengar menentukan arti yang dimaksud
7)      Pendengar mempertimbangkan apakah informasi yang ia terima harus disimpan di dalam memorinya
8)      Pendengar menghapus bentuk-bentuk pesan yang telah ia terima
D. Strategi pembelajaran menyimak
      Pertama, Nunan berpendapat bahwa untuk mengembangkan pendekatan yang tepat dalam kemampuan mengajar bahasa pertama penting dan perlu mengerti untuk dasar mendengarkan Dua tipe prosesnya yaitu bottom up dan up down. Kedua, Field membagi proses mendengarkan ke dalam tiga bagian yaitu pre listening, listening, post listening. Terakhir, Lam menunjukkan bahwa banyak materi listening ESL gagal untuk menyediakan contoh contoh kemampuan berbicara bawaan sejak perlengkapan biasa digunakan oleh pembicara, seperti mengisi, fragmen fragmen, dan alat pengganti sering dihilangkan.
E. Proses mendengar dasar

Mendengar adalah mengosumsikan kepentingan yang jauh lebih baik dalam kelas-kelas bahasa  asing. Tanpa mendengar tingkat yang benar pembelajaran yang mudah sekalipun tidak dapat dimulai. Ada dua pandangan mengenai hal ini yaitu bottom up dan top down view. Belakangn ini sudah pasti mengakui bahwa strategi botto up dan top down itu penting 


HAKIKAT MEYIMAK



            Menyimak dapat didefinisikan suatu aktivitas yang mencakup kegiatan mendengar dan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menilik, dan mereaksi atas makna yang terkandung dalam bahan simakan. (Djago Tarigan; 1991: 4).
Tujuan Menyimak
           Tujuan utama menyimak adalah untuk menangkap dan memahami pesan, ide serta gagasan yang terdapat pada materi atau bahasa simakan. Dengan demikian tujuan menyimak dapat dijabarkan sebagai berikut:
a. Menyimak memperoleh fakta atau mendapatkan fakta
b. Untuk menganalisis fakta
c. Untuk mengevaluasi fakta
d. Untuk mendapatkan inspirasi
e. Untuk mendapatkan hiburan atau menghibur diri

Jenis-Jenis Menyimak
 Pengklarifikasian menyimak berdasarkan:
a. Sumber suara
b. Cara penyimak bahan yang disimak
c. Tujuan menyimak
d. Taraf aktivitas penyimak

·         Berdasarkan sumber suara yang disimak, penyimak dibagi menjadi dua bagian yaitu:
1) Intrapersonal listening atau menyimak intrapribadi                                   
2) Interpersonal listening atau penyimak antar pribadi

·         Berdasarkan pada cara penyimakan bahan yang disimak, dapat diklarifikasikan sebagai berikut:
1) Menyimak ekstensif (extensive listening)
Menyimak ekstensif ialah kegiatan menyimak tidak memerlukan perhatian, ketentuan dan ketelitian sehingga penyimak hanya memahami seluruh secara garis besarnya saja.
Menyimak ekstensif meliputi
a) Menyimak sosial
b) Menyimak sekunder
c) Menyimak estetik

2) Menyimak Intensif
Menyimak intensif adalah kegiatan menyimak dengan penuh perhatian, ketentuan dan ketelitian sehingga penyimak memahami secara mendalam.
Menyimak intensif meliputi:
a) Menyimak kritis
b) Menyimak introgatif
c) Menyimak penyelidikan
d) Menyimak kreatif
e) Menyimak konsentratif
f) Menyimak selektif

Tujuan menyimak berdasarkan Tidyman & butterfield membedakan menyimak menjadi:
a) Menyimak sederhana
b) Menyimak diskriminatif
c) Menyimak santai
d) Menyimak informatif
e) Menyimak literatur
f) Menyimak kritis

·         Berdasarkan pada titik pandang aktivitas penyimak dapat diklarifikasikan:
a) Kegiatan menyimak bertarap rendah
b) Kegiatan menyimak bertaraf tinggi
Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Menyimak
1. Unsur Pembicara
Pembicara haruslah menguasai materi, penuh percaya diri, berbicara sistematis dan kontak dengan penyimak juga harus bergaya menarik / bervariasi
2. Unsur Materi
Unsur yang diberikan haruslah actual, bermanfaat, sistematis dan seimbang
3. Unsur Penyimak / Siswa
a. Kondisi siswa dalam keadaan baik
b. Siswa harus berkonsentrasi
c. Adanya minat siswa dalam menyimak
d. Penyimak harus berpengalaman luas
4. Unsur Situasi
a. Waktu penyimakan
b. Saran unsur pendukung
c. Suasana lingkungan

Ciri-Ciri Penyimak Ideal
Menurut Djago Tarigan mengidentifikasi ciri-ciri menyimak ideal sebagai berikut:
1. Berkonsentrasi
Artinya penyimak harus betul-betul memusatkan perhatian kepada materi yang disimak
2. Penyimak harus bermotivasi
Artinya mempunyai tujuan tertentu sehingga untuk menyimak kuat
3. Penyimak harus menyimak secara menyeluruh
Artinya penyimak harus menyimak materi secara utuh dan padu
4. Penyimak harus menghargai pembicara
5. Penyimak yang baik harus selektif, artinya harus memilih bagian-bagian yang inti
6. Penyimak harus sungguh-sungguh
7. Penyimak tidak mudah terganggu
8. Penyimak harus cepat menyesuaikan diri
9. Penyimak harus kenal arah pembicaraan
10. Penyimak harus kontak dengan pembicara
11. Kontak dengan pembicara
12. Merangkum
13. Menilai
14. Merespon
Kegiatan Menyimak
1) Proses menyimak komprehensif
Adapun komponen yang termasuk dalam proses menyimak:
a) Rangsang bunyi
Weafer 91972) memasukan kata-kata, bunyi isyarat dan bunyi-bunyi lainnya sebagai tipe-tipe simbol bunyi yang dapat diterima dan dapat dimaknai oleh penyimak
b) Penerimaan alat peraga
c) Perhatian dan penyelesaian
d) Pemberian makna

2) Fungsi comprehensive listening
Fungsinya berkonsentrasi pada pesan-pesan yang disampaikan selanjutnya kaitan antara satu pesan dengan lainnya agar sampai pemahaman yang dikehendaki.

3) Faktor-faktor yang berkaitan dengan menyimak konprehensif
Menurut penelitian manusia akan lebih mengingat apabila informasi itu:
1) Dianggap penting dan berharga atau berguna dalam kehidupan
2) Dianggap lain dari pada informasi yang lain atau dianggap unik (tidak wajar)
3) Terorganisir dan
4) Berupa informasi visual

“SEKILAS TENTANG SEJARAH SINGKAT PERKEMBANGAN SASTRA INDONESIA”

             Sejarah sastra adalah cabang ilmu sastra yang berusaha menyelidiki perkembangan sastra sejak dari mulai pertumbuhannya sampai pada perkembangannya yang sekaran. Sejarah perkembangan sastra nasional sebenarnya terletak pada adanya kesinambungan antara satu periode laian dalam sejarahnya, baik ditinjau dari segi formal maupun dari segi kaitannya dengan perkembangan masyarakat. Kesustraan Indonesia secara kultural pada awalnya adalah kesusastraan etnik yang ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia, bahasa nasional yang diangkat dari bahasa etnik melayu. Sebaagai sastra yang ruhnya berasal dari kultur etnik, ia tak lepas dari berbagai hal yang melingkarinya. Paling tidak, sumbernya jatuh pada diri sastrawan yang juga tidak terlepas dari latar belakang yang melahirkan dan membesarkannya
            Sastra Indonesia adalah sastra yang aslinya ditulis dalam bahasa Indonesia setelah mendapat pengaruh kebudayaan asing. Menurut sumber yang lain dijelaskan bahwa sastar Indonesia adalah kaya sastra yang ditulis dalam bahasa Indonesia oleh penulis yang berkewarganegaraan Indonesia, tidak peduli apakah ia tinggal di Malaysia, seperti halnya Takdir Alisjahbana dulu atau tinggal di Australia seperti Subagio Sastrowardoyo saat ini. Perjalanan sastra sejak lahir hingga sekarang sudah cukup panjang perjalanan panjang itu dapat diibaratkan sebagai mata rantai yang berkesinambungan dari waktu ke waktu dan menggambarkan adanya dinamika pergantian tradisi.
           Dalam dunia kesastraaan dikenal adanya sastra lisan dan sastra tulis. Sastra lisan adalah sastra yang diceritakan dan diwariskan secara turun-temurun secara lisan, sastra jenis ini dikenal dengan Flokore  yakni cerita rakyat yang telah mentradisi yang hidup dan dipertahankan oleh masyarakat pemiliknya. Sedangkan sastra tulis adalah sastra yang berbentuk tulisan baik berupa novel cerpwn atau yang lainnya dengan mencantumkan nama pengarangnya.



Sejarah Perkembangan sastra Indonesia :
·         Angkatan pujangga lama
Syair merupakan bentuk puisi lama yang terdiri dari empat baris dalam satu bait.
Pantun merupakan puisi lama yang terdiri empat baris dalam satu baitnya.
Hikayat adalah slah satu bentuk sastra terutama dalam Bahasa Melayu yang berisikan tentang kisah, cerita, dan dongeng.
Gurindam adalah puisi lama yang tiap baitnya terdiri dua baris.
·         Angkatan sastra “Melayu Lama”
Angkatan sastra melayu lama dihasilkan antara tahun 1870-1942 yang berkembang dilingkungan masyarakat yang berada di daerah Sumatera, Cina, dan masyarakat Indonesia-Eropa.
·         Angkatan balai pustaka
Dalam perkembangannya, sebenarnya sastra pada angkatan ini didirikan atau diciptakan oleh orang-orang Belanda
·         Angkatan pujangga baru
Sastra pujangga baru meliputi bentuk-bentuk novel, cerpen, kritik dan puisi yang bermacam-macam bentuk.
·         Angktan ‘45
Angkatan ’45 diwarnai dengan adanya pengalaman hidup dan problem sosial, politik , budaya seperti korupsi, penyelewengan ketidakadilan, dan kemorosotan moral .
·         Angkatan 50 an
Pada tahun ini, majalah sastra yang dianggap standar adalah “kisah”. Kisah yang memuat cerpen dan puisi.
·         Angkatan ’66-70 an
Pada angkatan ini ditandai dengan terbitnya majalah sastra horizon.
·         Dasawarsa 80 an
Pada karya satra 80 an, ditandai dengan adanya banyaknya roman percintaan, majalah horizon tidak adalagi.
·         Angkatan reformasi
Maraknya karya-karya sastra puisi, cerpen, maupun novel yang bertema sosial, politik, khususnya seputar reformasi.