Pengertian atau definisi membaca diklasifikasikan menjadi tiga kelompok besar. Kelompok pertama yaitu pengertian membaca yang ditarik sebagai interpretasi pengalaman. Definisi ini diwakili oleh Frank Jennings(1965). Dia mengatakan bahwa membaca bermula dari rasa kagum terhadap alam sekitar. Membaca itu berawal dari tanda dan pertanda yang terdapat di alamraya. Definisi kelompok kedua yaitu membaca sebagai interpretasi lambang grafis antara lain diwakili oleh Rudolf Pleach (1955) dan Charles Fries (1962). Menurut Pleach, membaca berarti memperoleh makna dari untaian huruf tertentu. Ajarilah anak itu apa yang dinyatakan oleh setiap huruf, maka dia pun akan bisa membaca, fonik diajarkan kepada anak melalui huruf demi huruf dan bunyi demi bunyi sehingga dia mengenalnya, dan setelah memahaminya, dia pun tahu cara membacanya.kemudian definisi kelompok ketiga yang mengkombinasikan kedua definisi tersebut, yakni dikemukakan oleh Ernest Horn (1937), David Russel (1960), Miles Tinker dan Constance Mc. Cullough, Emerald Dechant (1970), E.Brooks Smith, Kenneth Goodmman dan Robert Meridith (1970). Horn mengatakan membaca itu meliputi semua proses yang terlibat dalam pendekatan, penyempurnaan, dan pemeliharaan, makna melalui pemakaian lembaran tercetak. Russel mengatakan bahwa membaca itu merupakan kegiatan yang rumit dan kompleks. Menurut Dechant, membaca itu hanya pengenalan lambang grafis dan lebih dari sekadar kemampuan mengucapkan kata-kata yang ada pada halaman percetakan.
Membaca memegang peranan penting dalam kehidupan umat manusia. Kehidupan perekonomian mendatang akan menemukan sumber kekuatannya pada kegiatan yang bertalian dengan suatu sumber daya yang hanya ada pada manusia, yakni daya nalarnya. Sebab daya nalar merupakan sumber daya utama yang dimiliki manusia untuk berkreasi dan beradaptasi agar mampu memacu kehidupan zaman teknologi yang semakin canggih dan berkembang. Nalar manusia hanya akan berkembang secara maksimal jika diasah melalui pendidikan. Jantung pendidikan sebagaimana dikatakan oleh forr (1984) adalah kegiatan membaca. Kalau mau menjadi insan terdidik, orang harus membaca. Tidak ada orang terdidik tanpa melalui membaca. Membaca merupakan alat utama agar seseorang dapat menggapai kehidupan yang baik. Menurut Roijakers (1980), hanya melalui kegiatan membaca yang layak, orang akan dapat mengembangkan diri dalam bidangnya masing-masing secara maksimal serta akan selalu dapat mengikuti perkembangan baru yang terjadi disekelilingnya.
Dalam konteks perekonomian era pasca industri mendatang, dimana sumber daya manusia merupakan tiang penyangga utamanya, kemahiran baca tulis yang layak merupakan prasyarat mutlak bagi siapa saja dan bangsa mana saja yang memimpin kejayaan dan kemajuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar