Minggu, 16 September 2018

STRATEGI PEMBELAJARAN MENYIMAK


A. Pengertian menyimak             
            Menyimak adalah suatu jenis mendengarkan dan menyimak yang meminta supaya kesadaran mental.
B. Tujuan pembelajaran :
ü  Menyimak umum
1. Mengingat rincian penting secara tepat mengenai ilmu pengetahuan khusu
2. Mengingat jrutan-urutan sederhana atau kata-kata.
3. Mengikuti pengarahan-pengarahan lisan.
4. Memfrase suatu pesan lisan sebagai suatu pembaharuan melalui penerjemahan
5. Memahami makna denotatif dan konotatif kata-kata
ü  Menyimak secara kritis
1. Membedakan fakta dari khayalan menurut kriteria tertentu
2. Menentukan validitas dan ketepatan gagasan utama, argument-argumen, dan hipotesis
3. Membedakan pertanyaan-pertanyaan yang didukung dengan bukti-bukti yang tepat dari opini dan penilaian serta mengevaluasinya
4. Memeriksa, membandingkan, dan mengkontraskan gagasan dan menyimpulkan pembicaraan
5. mengevaluasi kesalahan-kesalahan
C. Proses kegiatan menyimak
1)      Pendapat menentukan tipe dalam setiap row speech on menyimpan image darinya shoot term memory
2)      Pendengar menentukan tipe dalam setiap peristiwa pembicaraan yang sedang diproses
3)      Pendengar mencari maksud dan tujuan pembicara    
4)      Pandangan me recall latar belakang infomasi semua dengan konteks subjek masalah yang ada
5)      Pendengar mencari anti literal dari pesan yang ia dengar
6)      Pendengar menentukan arti yang dimaksud
7)      Pendengar mempertimbangkan apakah informasi yang ia terima harus disimpan di dalam memorinya
8)      Pendengar menghapus bentuk-bentuk pesan yang telah ia terima
D. Strategi pembelajaran menyimak
      Pertama, Nunan berpendapat bahwa untuk mengembangkan pendekatan yang tepat dalam kemampuan mengajar bahasa pertama penting dan perlu mengerti untuk dasar mendengarkan Dua tipe prosesnya yaitu bottom up dan up down. Kedua, Field membagi proses mendengarkan ke dalam tiga bagian yaitu pre listening, listening, post listening. Terakhir, Lam menunjukkan bahwa banyak materi listening ESL gagal untuk menyediakan contoh contoh kemampuan berbicara bawaan sejak perlengkapan biasa digunakan oleh pembicara, seperti mengisi, fragmen fragmen, dan alat pengganti sering dihilangkan.
E. Proses mendengar dasar

Mendengar adalah mengosumsikan kepentingan yang jauh lebih baik dalam kelas-kelas bahasa  asing. Tanpa mendengar tingkat yang benar pembelajaran yang mudah sekalipun tidak dapat dimulai. Ada dua pandangan mengenai hal ini yaitu bottom up dan top down view. Belakangn ini sudah pasti mengakui bahwa strategi botto up dan top down itu penting 


HAKIKAT MEYIMAK



            Menyimak dapat didefinisikan suatu aktivitas yang mencakup kegiatan mendengar dan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menilik, dan mereaksi atas makna yang terkandung dalam bahan simakan. (Djago Tarigan; 1991: 4).
Tujuan Menyimak
           Tujuan utama menyimak adalah untuk menangkap dan memahami pesan, ide serta gagasan yang terdapat pada materi atau bahasa simakan. Dengan demikian tujuan menyimak dapat dijabarkan sebagai berikut:
a. Menyimak memperoleh fakta atau mendapatkan fakta
b. Untuk menganalisis fakta
c. Untuk mengevaluasi fakta
d. Untuk mendapatkan inspirasi
e. Untuk mendapatkan hiburan atau menghibur diri

Jenis-Jenis Menyimak
 Pengklarifikasian menyimak berdasarkan:
a. Sumber suara
b. Cara penyimak bahan yang disimak
c. Tujuan menyimak
d. Taraf aktivitas penyimak

·         Berdasarkan sumber suara yang disimak, penyimak dibagi menjadi dua bagian yaitu:
1) Intrapersonal listening atau menyimak intrapribadi                                   
2) Interpersonal listening atau penyimak antar pribadi

·         Berdasarkan pada cara penyimakan bahan yang disimak, dapat diklarifikasikan sebagai berikut:
1) Menyimak ekstensif (extensive listening)
Menyimak ekstensif ialah kegiatan menyimak tidak memerlukan perhatian, ketentuan dan ketelitian sehingga penyimak hanya memahami seluruh secara garis besarnya saja.
Menyimak ekstensif meliputi
a) Menyimak sosial
b) Menyimak sekunder
c) Menyimak estetik

2) Menyimak Intensif
Menyimak intensif adalah kegiatan menyimak dengan penuh perhatian, ketentuan dan ketelitian sehingga penyimak memahami secara mendalam.
Menyimak intensif meliputi:
a) Menyimak kritis
b) Menyimak introgatif
c) Menyimak penyelidikan
d) Menyimak kreatif
e) Menyimak konsentratif
f) Menyimak selektif

Tujuan menyimak berdasarkan Tidyman & butterfield membedakan menyimak menjadi:
a) Menyimak sederhana
b) Menyimak diskriminatif
c) Menyimak santai
d) Menyimak informatif
e) Menyimak literatur
f) Menyimak kritis

·         Berdasarkan pada titik pandang aktivitas penyimak dapat diklarifikasikan:
a) Kegiatan menyimak bertarap rendah
b) Kegiatan menyimak bertaraf tinggi
Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Menyimak
1. Unsur Pembicara
Pembicara haruslah menguasai materi, penuh percaya diri, berbicara sistematis dan kontak dengan penyimak juga harus bergaya menarik / bervariasi
2. Unsur Materi
Unsur yang diberikan haruslah actual, bermanfaat, sistematis dan seimbang
3. Unsur Penyimak / Siswa
a. Kondisi siswa dalam keadaan baik
b. Siswa harus berkonsentrasi
c. Adanya minat siswa dalam menyimak
d. Penyimak harus berpengalaman luas
4. Unsur Situasi
a. Waktu penyimakan
b. Saran unsur pendukung
c. Suasana lingkungan

Ciri-Ciri Penyimak Ideal
Menurut Djago Tarigan mengidentifikasi ciri-ciri menyimak ideal sebagai berikut:
1. Berkonsentrasi
Artinya penyimak harus betul-betul memusatkan perhatian kepada materi yang disimak
2. Penyimak harus bermotivasi
Artinya mempunyai tujuan tertentu sehingga untuk menyimak kuat
3. Penyimak harus menyimak secara menyeluruh
Artinya penyimak harus menyimak materi secara utuh dan padu
4. Penyimak harus menghargai pembicara
5. Penyimak yang baik harus selektif, artinya harus memilih bagian-bagian yang inti
6. Penyimak harus sungguh-sungguh
7. Penyimak tidak mudah terganggu
8. Penyimak harus cepat menyesuaikan diri
9. Penyimak harus kenal arah pembicaraan
10. Penyimak harus kontak dengan pembicara
11. Kontak dengan pembicara
12. Merangkum
13. Menilai
14. Merespon
Kegiatan Menyimak
1) Proses menyimak komprehensif
Adapun komponen yang termasuk dalam proses menyimak:
a) Rangsang bunyi
Weafer 91972) memasukan kata-kata, bunyi isyarat dan bunyi-bunyi lainnya sebagai tipe-tipe simbol bunyi yang dapat diterima dan dapat dimaknai oleh penyimak
b) Penerimaan alat peraga
c) Perhatian dan penyelesaian
d) Pemberian makna

2) Fungsi comprehensive listening
Fungsinya berkonsentrasi pada pesan-pesan yang disampaikan selanjutnya kaitan antara satu pesan dengan lainnya agar sampai pemahaman yang dikehendaki.

3) Faktor-faktor yang berkaitan dengan menyimak konprehensif
Menurut penelitian manusia akan lebih mengingat apabila informasi itu:
1) Dianggap penting dan berharga atau berguna dalam kehidupan
2) Dianggap lain dari pada informasi yang lain atau dianggap unik (tidak wajar)
3) Terorganisir dan
4) Berupa informasi visual

“SEKILAS TENTANG SEJARAH SINGKAT PERKEMBANGAN SASTRA INDONESIA”

             Sejarah sastra adalah cabang ilmu sastra yang berusaha menyelidiki perkembangan sastra sejak dari mulai pertumbuhannya sampai pada perkembangannya yang sekaran. Sejarah perkembangan sastra nasional sebenarnya terletak pada adanya kesinambungan antara satu periode laian dalam sejarahnya, baik ditinjau dari segi formal maupun dari segi kaitannya dengan perkembangan masyarakat. Kesustraan Indonesia secara kultural pada awalnya adalah kesusastraan etnik yang ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia, bahasa nasional yang diangkat dari bahasa etnik melayu. Sebaagai sastra yang ruhnya berasal dari kultur etnik, ia tak lepas dari berbagai hal yang melingkarinya. Paling tidak, sumbernya jatuh pada diri sastrawan yang juga tidak terlepas dari latar belakang yang melahirkan dan membesarkannya
            Sastra Indonesia adalah sastra yang aslinya ditulis dalam bahasa Indonesia setelah mendapat pengaruh kebudayaan asing. Menurut sumber yang lain dijelaskan bahwa sastar Indonesia adalah kaya sastra yang ditulis dalam bahasa Indonesia oleh penulis yang berkewarganegaraan Indonesia, tidak peduli apakah ia tinggal di Malaysia, seperti halnya Takdir Alisjahbana dulu atau tinggal di Australia seperti Subagio Sastrowardoyo saat ini. Perjalanan sastra sejak lahir hingga sekarang sudah cukup panjang perjalanan panjang itu dapat diibaratkan sebagai mata rantai yang berkesinambungan dari waktu ke waktu dan menggambarkan adanya dinamika pergantian tradisi.
           Dalam dunia kesastraaan dikenal adanya sastra lisan dan sastra tulis. Sastra lisan adalah sastra yang diceritakan dan diwariskan secara turun-temurun secara lisan, sastra jenis ini dikenal dengan Flokore  yakni cerita rakyat yang telah mentradisi yang hidup dan dipertahankan oleh masyarakat pemiliknya. Sedangkan sastra tulis adalah sastra yang berbentuk tulisan baik berupa novel cerpwn atau yang lainnya dengan mencantumkan nama pengarangnya.



Sejarah Perkembangan sastra Indonesia :
·         Angkatan pujangga lama
Syair merupakan bentuk puisi lama yang terdiri dari empat baris dalam satu bait.
Pantun merupakan puisi lama yang terdiri empat baris dalam satu baitnya.
Hikayat adalah slah satu bentuk sastra terutama dalam Bahasa Melayu yang berisikan tentang kisah, cerita, dan dongeng.
Gurindam adalah puisi lama yang tiap baitnya terdiri dua baris.
·         Angkatan sastra “Melayu Lama”
Angkatan sastra melayu lama dihasilkan antara tahun 1870-1942 yang berkembang dilingkungan masyarakat yang berada di daerah Sumatera, Cina, dan masyarakat Indonesia-Eropa.
·         Angkatan balai pustaka
Dalam perkembangannya, sebenarnya sastra pada angkatan ini didirikan atau diciptakan oleh orang-orang Belanda
·         Angkatan pujangga baru
Sastra pujangga baru meliputi bentuk-bentuk novel, cerpen, kritik dan puisi yang bermacam-macam bentuk.
·         Angktan ‘45
Angkatan ’45 diwarnai dengan adanya pengalaman hidup dan problem sosial, politik , budaya seperti korupsi, penyelewengan ketidakadilan, dan kemorosotan moral .
·         Angkatan 50 an
Pada tahun ini, majalah sastra yang dianggap standar adalah “kisah”. Kisah yang memuat cerpen dan puisi.
·         Angkatan ’66-70 an
Pada angkatan ini ditandai dengan terbitnya majalah sastra horizon.
·         Dasawarsa 80 an
Pada karya satra 80 an, ditandai dengan adanya banyaknya roman percintaan, majalah horizon tidak adalagi.
·         Angkatan reformasi
Maraknya karya-karya sastra puisi, cerpen, maupun novel yang bertema sosial, politik, khususnya seputar reformasi.