Kamis, 29 November 2018

ARTIKEL ASAL USUL TANO PONGGOL





            Tano ponggol dalam bahasa asli local disebut tano magotap yang memisahkan Pulau Samosir dengan pulau sumatera yang terletak sebelah barat pulau Samosir, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Sebutan tano ponggol dilatarbelakangi sejarah. Konon, sebelum masa penjajahan Hindia Belanda pulau Samosir menyatu dengan Sumatera dan pada masanya belum ada kata pulau tetapi hanya Samosir.
            Sekitar tahun 1900 an, waktu itu Indonesia masih dijajah Belanda termasuk Samosir dan pada saat itu yang berkuasa di pemerintahan Wilhelmina (pengakuan orang tua yang ikut kerja paksa menggali tano ponggol). Sekitar 1905 pemerintahan Hindia Belanda memerintahkan kepada tentara Belanda yang ada di Sumatera Utara, untuk melakukan kerja paksa menggali tanah sepanjang 1,5 km dari ujung lokasi Tajur sampai dengan Sitanggang Bau. Kurang lebih 3 tahun rodi, Danau Toba sebelah utara dan sebelah selatan akhirnya tersambung dan tidak ada lagi daratan yang menghubungkan Samosir dengan Sumatera.
            Hingga pada tahun 1980, tano ponggol adalah tempat yang popular sebagai tempat transit perdagangan hasil bumi dari Samosir seperti bawang, kacang, dan sebagainya dengan tukuan kota dagang kecil yaitu Haranggaol setiap hari senin dan Tigaras setiap hari jumat dengan kendaraan danau. Lalu lalangnya kapal melalui Tano ponggol juga dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk berdagang jagung bakar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar